Blog Archive

Memaparkan catatan dengan label Soul. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Soul. Papar semua catatan

Selasa, 19 Oktober 2010

Miraie~ Future



Miraie~

hora ashimoto wo mitegoran
kore ga anata no ayumu michi
hora mae wo mitegoran
are ga anata no mirai

haha ga kureta
takusan no yasashisa
ai wo idaite ayume to kurikaeshita
ano toki wa mada osanakute
imi nado shiranai
sonna watashi no te wo nigiri
issho ni ayundekita

yume wa itsumo
sora takaku aru kara
todokanakute kowai ne
dakedo oitsuzukeru no

jibun no sutoori dakara koso
akirametakunai
fuan ni naru to te wo nigiri
issho ni ayundekita

sono yasashisa wo toki ni wa iyagari
hanareta haha e sunao ni narezu
hora ashimoto wo mitegoran
kore ga anata no ayumu michi
hora mae wo mitegoran
are ga anata no mirai

sono yasashisa wo toki ni wa iyagari
hanareta haha e sunao ni narezu
hora ashimoto wo mitegoran
kore ga anata no ayumu michi
hora mae wo mitegoran
are ga anata no mirai

hora ashimoto wo mitegoran
kore ga anata no ayumu michi
hora mae wo mitegoran
are ga anata no mirai

mirai e mukatte
yukkuri to aruite yukoo

[the translation]
look at your feet and see
this is the path you walk
look in front of you and see
that is your future

Mother has given me a lot of kindness
"Embrace love and walk" she repeated
that time when I was childish and didn’t understand her meaning
she held my hand
together, walking we came.

dreams are always from high in the sky
it is scary that we might not reach them but continue to try
for this reason I won’t abandon my story
when I became anxous she held my hand
together, walking we came.

that kindness was occasionally unpleasant
when I was away from mother I couldn’t obey

look at your feet and see
this is the path you walk
look in front of you and see
that is your future

that kindness was occasionally unpleasant
when I was away from mother I couldn’t obey

look at your feet and see
this is the path you walk
look in front of you and see
that is your future

look at your feet and see
this is the path you walk
look in front of you and see
that is your future

slowly towards the future let’s walk

Khamis, 14 Oktober 2010

Hijrah Sebuah Cinta dan Cita-cita (Dedicated to Muhammad Salman Al-Farisi)

Kenapa perubahan sangat dekat dengan hijrah? Kenapa manusia yang ingin berubah harus hijrah? Pertanyaan untuk semua pembaca... Entry hari ini saya tujukan khas kepada Muhammad Salman Al Farisi... Seorang pemuda, syabab yang telah berhijrah ke negeri para Anbiya [Mesir] demi memupuk lagi jati diri sebagai seorang Mukmin. Beliau adik sekaligus teman dalam hidup saya.

Kata bunda, "Jadilah seperti Salman Al Farisi yang sebenar... merantau demi mencari hidayah, Jangan cuma meminjam namanya sahaja"

Dibawah ini merupakan detik-detik keberangkatan beliau ke Mesir, Fi amanillah ya akhi... Berjuanglah menjadi "pejuang" "Mujahid" "mujtahid" yang "soleh".

Rata Tengah
(Sewaktu pemeriksaan akhir sebelom terbang ke awan biru membelah langit dunia)

(Apa nasihat seorang abang? "Kenali dulu budaya masyarakat di sana seperti mana Imam as syahid (insha Allah) Hassan al Banna mengenali masyarakatnya sebelum berdakwah mengislahkan umat. Pergi ke surau-surau dan masjid untuk mengenali watak manusia di sana" -Uzair Izzat Amir)

(Pelukan seorang Abang)

(Pelukan seorang teman)

(Mama yang sanggup datang dari jauh untuk menghantar anak saudaranya berjuang menuntut ilmu :) -kredit to mama ngah)

I like this picture -Apabila seorang ibu tersenyum lebar mengenangkan anaknya nanti akan kembali menjadi sumber rujukan umat.

Pergi boleh bawa beban barang yang banyak, tapi nanti bila anda pulang nanti, beban umat pula yang akan bertenggek atas bahu anda. Bayangkan saja barang-barang tersebut harapan umat yang menanti kepulangan seorang Mujahid wa Mujtahid!

Tengoklah tanah air puas-puas kerana nanti anda akan merindukannya :)

1 day before.... bertempat di Gambang, Kuantan, Pahang, Malaysia... Sebuah majlis kecil-kecilan diadakan untuk meraikan pemergian Muhammad Salman Al Farisi menuntut ilmu - kredit to ummi Rahimah dan pak cik yang sudah bertungkus lumus memasak dan menyiapkan majlis yang sederhana tapi penuh ukhwah. :)

Di hadapan itu merupakan surau yang menjadi bukti detik hijrah Muhammad Salman. Surau yang telah diimarahkannya sepanjang Ramadan. Insha Allah... kata abuya lepas ne jadi imam terawih di masjid pula. :)

Semoga Allah memberikanmu kefahaman seperti para anbiya, keberanian seperti para mujahid dan kesolehan seperti para walinya. Jadilah Pejuang abad ini. Jadilah "Ghuraba" di saat manusia akhir zaman ini rebah.... Ingatlah, banyak amanah terbeban atas bahumu.... Selamat Berjuang adikku.

[Entry ini tidak berakhir disini]

Isnin, 11 Oktober 2010

Ambil atau Tinggalkan! *Surat untuk En. Facebook*


Assalamualaikum warga maya.

Syukran atas ziarah kalian ke teratak musafir. :) Hari ini tiada yang menarik untuk dibicarakan. Semalam kita di meriahkan *orang-orang tertentu* dengan pernikahan angkasawan negara, Dato' Syeikh Muzaffar syukor, alhamdulillah... perkenalan selama 8 tahun berakhir *bermula* di singgahsana nan indah bak kayangan. Kalau kata lagu Maher Zain *Barakhallahu lakum* :) - Ini sebenarnya doa yang diajarkan oleh Rasulullah untuk diucapkan oleh tetamu kepada pengantin.

Cuti semester saya hampir berakhir, hmmm~ Lepas ne masuk kampus dan struggle sebagai seorang pelajar. Insha Allah.

Dan malam tadi juga saya membuat satu keputusan, saya telah cerai talak 1 dengan En.Facebook. Memang agak sedih, tapi inilah keputusan terbaik yang harus saya lakukan.

Setelah hampir 3 tahun saya berkenalan dengan En.Facebook, pelbagai peristiwa suka duka yang saya alami. Jatuh bangun, sepak terjang semuanya saya rasakan. Namun, bak kata orang ne, bila dah tak cocok, maka tak dapat lagi dah nak diteruskan.

Saya kecewa dengan sikap En.Facebook sejak akhir-akhir ini. Namun *tadi petang* saya disedarkan bahawa setiap suatu masalah yang kita hadapi sebenarnya berpunca dari diri kita sendiri... Akhirnya saya mengambil keputusan untuk tidak menyalahkan En.Facebook dalam hal ini, tetapi menyalahkan diri sendiri. Alasannya? biarlah saya simpan sendiri, ini rahsia pribadi.

Apapun saya ucapkan ribuan terima kasih kepada En.Facebook. Selama kita bersama mungkin ada kenangan manis yang pernah kita lalui bersama. Tapi, ketahuilah En.Facebook, tempat anda telah digantikan dengan sesuatu yang lebih berharga. Saya ingin mencontohi cara bersilaturahim yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, saya tidak mahu hanya melihat di screen komputer. Saya juga ingin meluahkan perasaan sayang, cinta, kritikan, saranan, motivasi dan *benci* langsung kepada orang-orang disekitar saya tanpa menjadikan KAMU sebagai perantara.

En.Facebook, katakan kepada bapak kamu itu *En. Mark Zulkerburg* bahawa beliau telah berjaya membuatkan sebagian manusia melupakan Tuhannya dan bertuhankan beliau. Naudzubillah! *macam firaun pulak*

Okeylah, kalau kita berjumpa lagi, tegur-tegur lah saya, saya mungkin akan melupakan kamu tetapi jasa baik kamu memperkenalkan saya kepada *dakwah, jihad* tidak akan saya lupakan. Sekian dari saya.

-Isteri kamu yang menceraikan diri sendiri kerana bertemu cinta sejati-

Inilah wajah En.Facebook, barangsiapa berjumpa dengannya maka berhati-hatilah kerana mukanya yang *bermuka-muka* membuatkan anda mudah terpikat dengannya.

Rabu, 26 Mei 2010

Behind The Niqab


I am a woman like any another,
Young and full of desires,
With the urge to live life to its fullest,
I want to be as free as a bird,
Who wishes to fly high in skies,
Swim like that jovial dolphin,
Prancing with the roaring waves,
And discover the colours of life,

I am a woman of few words and glances,
But many endless desires
You think I am imprisoned in black,
You think I cry with inferiority complexes,
But your so wrong O’ wayfarer,

Behind the niQab,
Is a woman who hopes to conquer this world,
With the power of her pen,
Although people ridicule her talent,
she holds firm faith in being patient,
The way she uses the pen,
That sharp sword of words awakening your rooh.

So don’t under estimate this black cloak,
It is far powerful than you can ever imagine.
There have been tales of my disgrace,
by those who failed to realise its value,

I have heard the wise Bulbul,
Singing songs of joy and hope,
She’s praising the niQab and its tales.
Several tears reside behind this veil,
yet a ray of light exists,

One day you will see me fly in the skies,
And the black ink of the pen flowing like that of my niQab
writing in the skies, bold words of wisdom,
till then I am patient and praying everyday…

Behind the niQab,

is a story of a woman,

living behind the veil and writing it…

Selasa, 25 Mei 2010

Allah Know The Best


Ku Minta Setangkai Bunga Segar,
Dia Beri Ku Kaktus Berduri.

Ku Minta Rama-Rama,
Dia Beri Ku Ulat Bulu.

Ku Sedih,
Ku Kecewa.

Kemudian,
Kaktus Itu Berbunga,
Indah Sekali!.

Ulat Itu Pun,
Menjadi Rama-Rama Yang Cantik,
Dan Ceria!.

Itulah Aturan Tuhan,
Indah Pada Masanya!.

Allah Tidak Memberi Apa Yang Kita Harapkan,
Tapi Dia Beri Apa Yang Kita Perlukan.

Kadang Kita Sedih,Kecewa,Terluka,
Tapi Jauh Atas Segalanya Dia Telah Mengatur Yang Terbaik Dalam Kehidupan Kita.

Sabar, Syukur Dan Redha.

Put Trust In Allah , He Know Best! ^_~

I am a Muslim Woman


I am a Muslim woman
Feel free to ask me why
When I walk
I walk with dignity

When I speak
I do not lie
I am a Muslim woman
Not all of me you'll see

But what you should appreciate
Is that the choice I make is free
I'm not plagued with depression
I'm neither cheated nor abused

I don't envy other women
And I'm certainly not confused
Note, I speak perfect English
Et un petit peu de Francais aussie

I'm majoring in Linguistics
So you need not speak slowly
I run my own small business
Every cent I earn is mine

I drive my Chevy to school & work
And no, that's not a crime!
You often stare as I walk by
You don't understand my veil

But peace and power I have found
As I am equal to any male!

I am a Muslim woman
So please don't pity me
For God has guided me to truth

And now I'm finally free!

source: facebook/light of islam

Jumaat, 7 Mei 2010

Tangan saya gatal nak tulis tentang IKHTILAT!


Saya nak tulis sendiri tentang IKHTILAT ne, tapi saya rasa dah banyak pembahasan tentang perkara ini. Jadi sana CO+PAS= Copy and Paste dari blog-blog tertentu antaranya anak soleh dan Inni akhafullah. Bermanfaat. Selamat menikmati hidangan HANGAT dari saya hari ini ^^

Intro dari saya adalah. IKHTILAT bermaksud... Pergaulan bebas antara lawan jenis tanpa tujuan yang di bolehkan syariat dan bukan muhrim! Tak kiralah dia siapa. Selain dari mak, ayah, datuk, nenek, kakak, abang, adik dan mereka yang boleh menjadi wali anda. Jika dia tidak boleh menjadi wali anda maka dia bukan muhrim anda!

DARI blog Anak Soleh:


Firman Allah Subhanahu waatala dan hadis berkaitan larangan terhadap isu ini adalah :

a. Rasulullah SAW bersabda, maksudnya:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, kerana yang ketiganya ialah syaitan." (HR.Ahmad)

b. Allah SWT berfirman yang bermaksud,

"Katakanlah kepada orang lelaki yang beriman, 'hendaknya mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan mereka’(Al-Qasas.24: 30)

c. Allah SWT berfirman yang bermaksud,

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan, dan memelihara kemaluan mereka".(Al-Qasas.24: 31)

d. Rasulullah SAW. Bersabda yang bermaksud,

"Pandangan mata adalah salah satu daripada panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya kerana Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya".

e. Rasulullah SAW. bersabda,

"Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah risiko bagimu". (HR Ahmad)

f. Firman Allah SWT

"maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al Ahzab: 32)

-------------------------------------

Dah jelas belum berkenaan nash dan hadis di atas? ok. Sekarang kita masuk pula ke teratak Inni Akhafullah.... :)

Dari blog beliau saya mengutip bahawa....


>>> asal hukum pergaulan antara leiaki dan perempuan adalah haram, maka la adalah suatu perkara yang wajib dihindarkan kecuali dalam keadaan terpaksa atau keperluan yang mendesak. Syeikh Abd. Karim Zaidan dalam kitabnya `al-mufassat fi al-mar ah' yang masyhur menyebutkan contoh-contoh keadaan tersebut seperti di bawah:

Pertama: Harus kerana terpaksa (dhorurah)

Ikhtilat yang berlaku kerana tekpaksa seperti yang disebutkan oleh Imam Nawawi dengan katanya: Berkata ahli mazhab Syafei: Tidak ada perbezaan dalam pengharaman khulwah (berdua-duaan) sama ada dalam solat atau selainnya. Dikecualikan daripada hukum ini keadaan-keadaan dhorurat, seperti jika seseorang lelaki ajnabi mendapati seorang wanita ajnabi bersendirian di jalan, jauh daripada kumpulan manusia tersebut jika dibimbangi keselamatannya, maka pada ketika itu wajib tanpa khilaf. Antara contoh dhorurah yang lain ialah seperti seorang lelaki ajnabi melarikan wanita dengan tujuan menyelamatkannya daripada diperkosa, jika itu adalah satu-satu jalan untuk menyelamatkan wanita tersebut. ~(Faham tak??)

Kedua:Harus kerana keperluan(hajat)

Ulama berkata, hajat mengambil peranan dhorurah dalam mengharuskan perkara yang haram. Di sana dicatatkan beberapa keperluan yang dianggap mengharuskan ikhtilat antara lelaki dan perempuan.

1. Ikhtilat kerana urusan jual beli yang dibenarkan oleh syarak. Harus bagi wanita bercampur dengan lelaki semasa berjual-beli, melakukan tawar-menawar, memilih barang dengan syarat tidak berlaku khulwat (berdua-duaan) dan memelihara adab-adab pergaulan.

2. Ikhtilat kerana melakukan kerja kehakiman. Wanita harus menjadi hakim dalam perkara selain hudud di sisi Hanafiah dan dalam semua perkara di sisi az-Dzohiriah dan Imam at-Tobari. Sudah termaklum kerja sperti ini mengundang percampuran dengan kaum lelaki
yang terdiri daripada pendakwa, tertuduh, saksi dan lain-lain.

3. Ikhtilat kerana menjadi saksi. Islam mengharuskan wanita menjadi saksi dalam kes berkaitan dengan harta dan hak-haknya. Seperti dinyatakan dalam ayat akhir surah al-Baqarah. Menjadi saksi akan mendedahkan diri kepada percampuran dengan lelaki ajnabi.

4. Ikhtilat kerana amar ma'ruf nahi munkar. Ibnu Hazmin telah menyebutkan dalam kitabnya `al-Muhalla' bahawa Umar al-Khattab (r.a) telah melantik al-Syifa' menjadi penguatkuasa perbandaran. Sudah tentu beliau akan bercampur dengan lelaki ketika menjalankan tugasnya.

5. Ikhtilat kerana melayan tetamu. Harus bagi wanita melayan tetamu bersama suaminya dan jika ada alasan yang syarei seperti tujuan memuliakan tetamu dan sebagainya walaupun terpaksa bercampur dengan tetamu. Dalam hadis Bukhari, ada diriwayatkan bahawa Ummu Usaid melayani Rasulullah (SAW) dengan menghidangkan makanan dan menuangkan minuman
untuk baginda (SAW)

6. Ikhtilat kerana memuliakan tetamu dan jika perlu makan bersamanya. Harus bagi wanita makan bersama tetamu kerana tujuan memuliakan tetamu atau tujuan lain yang syarei. Muslim meriwayatkan kisah satu keluarga yang ingin memuliakan Rasulullah SAW dan bertamukan baginda. Oleh kerana makanan yang sedikit, mereka memadamkan api dan memperlihatkan bahawa mereka makan bersama-sama banginda. Ini bereri bahawa orang ansor dan isterinya itu duduk bersama tetamu untuk makan bersama, walaupun mereka tidak makan, kerana mengutamakan tetamu.

7. Ikhtilat dalam kenderaan awam. Harus bagi wanita keluar rumah kerana menunaikan kerja-kerjanya yang diharuskan, walaupun terpaksa bercampur dengan lelaki ajnabi, seperti keluar untuk menziarahi dua ibu-bapanya, membeli-belah dan ke hospital, meski pun ia terpaksa menaiki kenderaan awam yang menyebabkan berlaku percampuran dengan penumpang lain dari kalangan lelaki ajnabi, dia mungkin duduk atau berdiri ditepinya. Percampuran ini diharuskan oleh keperluan yang syarei.

8. Ikhtilat kerana kerja-kerja jihad. Antara contoh pergaulan sewaktu jihad ialah seperti membawa air, merawat pesakit dan seumpamanya. Semua perkara tersebut adalah harus dilakukan oleh wanita kerana maslahah syariah. Bukhari menyebut dalam sahihnya daripada Ar Rabei binti Muawwiz katanya: Kami bersama Nabi SAW merawat pesakit, memberi minum dan menghantar jenazah yang terbunuh ke Madinah.

9. Ikhtilat untuk tujuan belajar atau mendengar nasihat. Antara suasana yang diharuskan , ikhtilat dengan tujuan mengajar agama kerana Bukhari meriwayatkan bahawa Rasulullah (s.a.w.)keluar pada satu hari raya dan sembahyang dua rakaat. Setelah selesai solat baginda berpusing mengarah wanita. Baginda menasihati mereka dan menyuruh mereka bersedekah, bersama baginda ialah Bilal.

--------------------------------------------------------

Dan saya mengutip lagi di blog beliau mengenai ADAB KETIKA BERIKHTILAT! CHECK THIS OUT BEBEH! ;)

Adab yang perlu dijaga oleh Lelaki dan perempuan.


  • Ucapan yang makruf dan sopan. Firman Allah: Dan ucaplah kata-kata yang makruf. Maksudnya, mereka ditegah sama sekali mengucapkan kata-kata yang janggal pada pandangan susila atau berbentuk sendaan dan sia-sia.

  • Menundukkan pandangan. Dalam surah an Nur menyuruh lelaki dan wanita menundukkan pandangan masing-rnasing khususnya dalarn suasana takutkan fitnah.

  • Mengelakkan daripada berhimpit dan bersesak-sesak. Imam Bukhari meriwayatkan daripada Ummu Salamah bahawa Rasulullah (s.a.w.) setelah memberi salam beliau tidak terus bangun. Ini untuk memberi peluang kepada wanita keluar dahulu. Ibnu Syiahab az-Zuhri.

  • Tidak berkhalwat (berdua-duaan). Imam Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas bahawa Rasulullah (s.a.w. ) bersabda: Janganlah sekali-kali seseorang lelaki bersendirian dengan seorang wanita kecuali jika ia mahramnya.

  • Menghindari tempat shubhat. Sabda Rasulullah SAW: Tinggalkanlah perkara yang meragukan kamu.... (Riwayat Bukhari) .

Ne pulak Adab khas untuk wanita

  • Iltizam dengan pakaian Islam, Firman Allah: Wahai Nabi katakanlah kepada isteri dan anak-anak perempuan kamu supaya melabuhkan jilbab mereka. Dan firmannya lagi: Janganlah kamu bertabarruj(bersolek) sebagaimana kaum jahiliah bertabrruj.

  • Serius dalam ucapan. Tidak `mengada-ngada` atau bermanja-manja dalam percakapan.Firman Allah: Dan janganlah kamu merendahkan (melunak dan memanja-manjakan) percakapan, yang menyebabkan mereka yang sakit hatinya terdetik untuk menggodamu.

  • Menjaga pergerakan. Tidak harus mereka memperlihatkan liuk lituk dan lenggan lenggok yang menggoda. Firman Allah: Janganlah mereka menghentak kaki untuk menarik perhatian kepada perhiasan yang mereka sembunyikan.Wanita di atas pentas Daripada pembentangan di atas ternyata bahawa rnenjadi pengacara majlis, peragawati, penyanyi dan penari adalah haram kerana tidak menepati syarat-syarat yang telah di tetapkan oleh ulama lslam.
---------------------------------------------------

Ha... Indahkan Islam? Sangatttt indah! Jadi jangan nak mengada-ngada ikut logik akal je dalam mengamalkan agama! ikut rules ok! ne sebenarnya khusus untuk diri sendiri (ME!). Sekarang zaman serba terBUKA.... Jadi kalau tak pandai jaga diri sendiri maka anda atau saya telah mencampakkan diri ke LEMBAH NERAKA... naudzubillah... Ya Allah, Saksikan bahawa aku telah menyampaikan. Say NO to IKHTILAT! JOM IKUT SHARIAT!

Isnin, 12 April 2010

Doa Buat Kedua Orang Tuaku...


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..


Sumber : Islam Digest

Selasa, 30 Mac 2010

Mengapa WANITA sangat Istimewa...

Mama dan Papa sedang menonton TV, seraya mama berkata. "..i letih la..dah lewat ni, i nak tido lah...."

Mama pun pegi dapur nak tutup tingkap dapur, nanti masuk pulak lipas... leceh pulak nanti..dah tu, ade pulak rice cooker dalam sink.. rendam lepas makan tadi..basuh jap... susun pinggan kat rak, lap dapur..terpercik kena sambal masa masak tadi... check air panas dalam flusk..takut habis pulak nanti malam anak nak susu... memang dah kering pun flusk ni, jerang la air... sementara tunggu air masak, nampak pulak bekas gula dah kosong... salin la gula... check bubur untuk anak nak hantar ke taska esok.. nasib baik ade lagi... ishh, ni lauk bila ni? semalam... dah beku dah... basuh la kejap... pegi yard, masukkan baju kotor dalam mesin basuh.... penat dah ni, besok je la basuh... sidai kaian lap je lah... 'tik', bunyi air dah masak... salin air dalam flusk... ok settle...

Baru teringat tak solat lagi... on da way nak g bilik, papa tgk tv lagi... nampak pulak beg anak untuk hantar ke taska... check... baju 2 pasang, towel... towel kecik utk selsema... calamine lotion untuk sapu ruam... pampers 4 keping... alamak! telupa pulak masukkan botol... basuh botol jap... ok settle...

Ternampak pulak beg g keje... emm, besok nak pakai beg polo coklat lah, asik2 pakai beg hitam ni je... salin jap barang2 g beg coklat... cek sume 6 poket beg, takut la tetinggal apa2... leceh pulak..selalunya barang yang tertinggal tu la yang nak pakai nanti... hishhh, sempit la beg ni... hangin je... nak kena beli ni beg baru... rasenya 25 hb ni Sogo sale... mana flyers tadi ek... ha ni die..ok, catit jap kat yellow sticker, nanti lupa.. ok settle...

Tetiba dengar suara papa...
"u buat apa lagi tu? tadi kata nak tido.." "yelah nak tido la ni..nak smayang jap..."

Masuk toilet... buat apa2 yang patut... cuci muka dulu... 2 jenis lak tu... adoi, gosok gigi, pakai toner, pakai treatment cream... nak lawa and maintain punya pasal lah ni.. nanti orang kata baru anak satu dah macam anak 4 pulak... huhuhuhu...

Bukak almari... emmm, pakai baju hijau ni lah besok... gosok kejap, check baju papa, baju papa pun kena gosok jugak ni...kat bilik belakang... la, napa komputer ni tak tutup? gelas kopi pun ade lagi, dah bersemut dah.. ishhh,

gi dapur, basuh, sambung gosok baju, gantung elok2, kemaskan baju... masukkan seluar papa yang dah kotor dalam tempat kotor... ok settle.. dgr suara papa lagi...
"i dah ngantuk ni"

dalam pada nak masuk ke bilik... owh! pokok aku dah nak mati ni ha... lupa dah 3 hari tak siram... ok, siram jap... check jap pintu, sah tak kunci lagi, grill pun tak tutup, ni kalau tak check, senang2 je mat indon masuk rompak umah aku... bukak lampu luar...

Ni mainan sepah2... masukkan la dalam bakul mainan budak ni... banyak nya... sampai bawah meja makan pun ade... adoi! ok dah...

Ok dah boleh baring... adoi sakitnya pinggang... cium si comel ni kejap... selimutkan die... napa basah ni? emm, tukar la pempers ni... tak bagus la brand ni, nanti nak tukar lain la... nanti g Sogo 25 hb ni beli la skali... ok sayang tido k... kalau boleh jangan la bangun tgh malam ni eh.. tido sampai pagi k... gud nite, sweet dreams...

Aaahh... sedapnya dapat baring... mana pulak lotion sapu kurus aku nih... ha, ni dia... sambil sapu lotion kurus... setkan alarm... setkan program kerja besok... pg kul 9.30 ade meeting... ahh...boring... panas pulak lotion nih...

dah la... emm... sedapnya lelapkan mata... Ya Allah... terima kasih untuk rezekiMU hari ini... mohon keberkatan dari mu tuhan...papa pun bangun tutup tv... "i dah ngantuk sangat nak tido lah... citer tak best malam ni, bola pun takde." selang seminit... dengar suara papa berkeruh... dah agak dah...

So?....apa yang peliknya..??

****

Hebatkan insan yang bernama wanita, ibu, mama, umi dan emak? Posting kali ini ana copy dari email kiriman seorang teman. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ahad, 14 Mac 2010

Buat Hati Yang Gundah, Tersenyumlah


Tersenyumlah, Hati yang Remuk..
Teruntuk insan yang hatinya sedang diremukkan
Sapu air matamu yang mengalir deras
Redam bara emosi yang bergejolak memanas
Engkau tercipta bukan untuk menangisi zaman.

Ataupun menyesali duka lara
Usah tenggelam dalam kubangan nestapa
Jika cintamu mengalami kegagalan
Jika ta’arufmu kandas di jalan.

Tersenyumlah...
Awan hitam selalu menyimpan pelangi
Begitupun Sang Penggenggam nyawa
Dia selalu punya rahasia dan bijaksana
untuk membuat dewasa makhluk-Nya.

Cinta suci sedang menunggumu
Tetapi engkau harus sabar menantikan
Cinta itu akan menjemputmu
Di masa yang telah Dia rencanakan.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan
Jangan berikan celah pada syaitan
yang membuat semangatmu terlemahkan
Perihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langit
Ataupun robeknya kulit bumi.

Allah menempa pribadi tangguhmu
Dalam butiran air matamu
Dalam jeritan derita batinmu
Dalam rintihan sesaknya nafasmu.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan
Pasang surut laut adalah kepastian
Tawa dan tangis adalah kewajaran
Takdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.

Sebuah ketetapan Sang Penguasa
Jika engkau tak dapatkan pasangan di dunia
Bukan berarti Allah memberimu petaka
Tapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindah
Yang menantimu di Jannah
Yang kan menemani jiwamu yang resah

Tersenyumlah...
Dalam kesabaran munajad panjangmu
Meski tajamnya duri mencabik-cabik lukamu
Meski remuk redam menyerang hatimu.

Isnin, 8 Mac 2010

Inna Maal Usry Yusro ~Optimislah Wahai Pejuang


Hari semakin gelap dan langit semakin menghitam. Apakah itu tanda bahawa badai akan datang? semuanya menjadi kelam kabut dan serba tidak kena. Semua manusia meringkuk bersembunyi mencari perlindungan. Ya Allah... Jika hari semakin gelap dan langit semakin menghitam, apakah itu petanda bahwa badai baru bermula atau sudah berahir?

Ibarat perubahan hari, dari siang yang terang berderang menuju sore yang suam-suam, lalu melewati malam yang kelam sehingga penghujungnya yang gelap... lalu kembali terang. Subhanallah... Maka, jika makin gelap hari, petanda cerah makin dekat. Lalu Kerana apa kita mengeluh beratnya ujian?

Allah akan menurunkan ujian kepada manusia sehingga manusia berjalan di atas muka bumi tanpa dosa. Jangan kita mengeluh dengan sifat Arrahman dan Arrohim-Nya. Dia memberikan sesuai kemampuan kita. Jangan kita iri dengan mereka yang tidak beriman lalu mendapatkan kemewahan. Jangan kita iri dengan mereka yang tidak beriman, yang dengan tenangnya menikmati dunia yang fana. Tapi irilah... dengan mereka, orang-orang mukmin yang sabar dan teguh saat di berikan ujian. Tabah ketika di beri kemiskinan dan Qonaah saat di beri kemewahan.

Ingat... Kita bukan nabi yang maksum lagi suci dari dosa. Kita bukan sahabat-sahabat rosul yang dijanjikan syurga. Kita adalah manusia biasa yang hina. penuh noda dan dosa. Maka bersyukurlah saat Allah menurunkan ujian lalu membasuh dosa-dosa kita yang tidak terhitung banyaknya.

Kita juga tidak selamanya di uji dengan ujian-ujian yang berat. Terkadang kita di beri nikmat, namun kita sangat mudah melupakan nikmat yang telah Allah s.w.t berikan. Tabahkan hati... beristigfarlah saat kita meragukan keagungan-Nya dan menyalahkan taqdir-Nya. Kembalikan hidup kita kepada sasaran Redha-Nya dan meraih ampunan-Nya. Fokus lah kepada destinasi akhir kehidupan kita. Dengan berhusnudzhon, optimis dan yakin dengan ketentuanNya, maka kita akan raih, 1 dari 2 kemuliaan yang di raih oleh para sahabat Rasulullah... Saat mereka hidup, mereka mendapat kemuliaan sebagai hamba-Nya yang bertaqwa dan saat mereka pergi, meninggalkan fana nya dunia maka mereka mendapatkan kematian yang mulia...

Allahumma ahyina su'adaa..
wa amitha syuhada...
wa adkhilna min zumrotil musthofa...
Sallauhu alaihi wasalam...

Amien... allahumma amien...

~Debu Di Kaki Musafir~

Isnin, 1 Mac 2010

Munajatnya Bak Ruhban, Jihadnya Bak Fursan

Diriwayatkan setelah Sultan Salahuddin al-Ayyubi berjaya menawan kembali Baitul Muqaddis, beliau berjalan-jalan di sekeliling kota. Tiba-tiba beliau disapa oleh seorang lelaki tua beragama Kristian, katanya: “Wahai pahlawan agung, mengapa tuan tidak membalas semula tindakan kejam tentera salib terhadap tentera tuan?” Jawab Sultan Salahuddin: “Wahai orang tua, agama kami bukan sahaja melarang sifat balas dendam, tetapi sangat menegah tindakan di luar batas perikemanusiaan seperti yang pernah musuh-musuh kami lakukan. Islam menyuruh kami menepati janji, memaafkan kesalahan orang lain dan melupakan kekejaman pihak musuh ketika mereka berkuasa.”

Orang tua itu berkata lagi: “Alangkah indahnya agama tuan! Saya ingin sangat menikmati kehidupan yang indah seperti itu pada sisa-sisa akhir hidup ini. Apakah yang patut saya lakukan untuk memeluk agama tuan yang mulia ini?” Sultan Salahuddin menjawab: “Lafazkanlah syahadah, beriktikadlah bahawa Allah SWT itu Maha Esa dan Muhammad itu Rasul-Nya. Kemudian kerjakanlah apa yang Allah Taala perintahkan dan tinggalkanlah segala larangan-Nya.” Mendengar penjelasan itu, lelaki itupun terus mengucap dua kalimah syahadah dengan penuh keyakinan.

Siapakah Sultan Salahuddin al-Ayyubi ini? Apakah jasa beliau sehingga keharuman namanya menghiasi setiap bibir umat, bahkan sentiasa disebut oleh musuh-musuh Islam sehingga ke hari ini?

Beliau yang dimaksudkan ialah seorang tokoh pahlawan Islam dan raja yang gagah. Ketokohan Sultan Salahuddin al-Ayyubi dalam memimpin pasukan tentera merampas kembali Baitul Muqaddis (al-Quds) membuahkan kejayaan setelah penjajahan hitam selama 88 tahun. Malah kejayaan menghancurkan tentera Salib, terpahat dalam sejarah sebagai lambang kejayaan agung menundukkan musuh yang kejam.

Sultan Salahuddin Yusuf bin Ayyub bin Shadhi al-Ayyubi atau disebut juga Saladin di kalangan orang Eropah, merupakan anak seorang gabenor. Ayahnya bernama Najmuddin Ayyub bin Shadhi anak buah kepada Sultan Nuruddin Zengi, berketurunan Kurdistan.

Selain sebagai panglima perang, pendakwah, raja, mujahid dan tokoh pemimpin Islam bukan daripada kalangan bangsa Arab. Beliau telah dilahirkan pada 532 Hijrah bersamaan dengan 1137 Masihi di kota Tekrit, iaitu bahagian Tebing Barat Sungai Tigris, di antara Mosul dan Baghdad.

Tiada siapapun yang menjangka bahawa suatu hari nanti beliau akan mengembalikan semula Palestin dan menjadi pembela akidah Islamiah. Hal ini kerana pada awal kehidupannya, beliau banyak terpengaruh dengan godaan dan kesenangan dunia sehingga mengaburi pandangannya. Tidak ada sebarang tanda-tanda beliau akan menjadi pemimpin hebat ketika itu, malah beliau di besar dan dididik sama seperti anak-anak orang Kurdis biasa.

Sungguhpun begitu beliau berminat mempelajari ilmu sains, di samping seni peperangan dan pertahanan diri. Apabila meningkat dewasa Salahuddin al-Ayyubi mula berjinak-jinak dengan peperangan. Di sinilah detiknya bermula.

Allah SWT telah mentakdirkan beliau untuk menjadi pemimpin besar pada zamannya. Pada tahun 1169 Masihi, Asaduddin Shirkuh iaitu bapa saudaranya telah dilantik sebagai wazir di bawah naungan Kerajaan Fatimiyyah. Apabila bapa saudaranya meninggal dunia Sultan Salahuddin al-Ayyubi telah diangkat menggantikannya.

Antara kejayaan awalnya apabila beliau berjaya memadamkan pemberontakan dalam negeri dan turut berjaya menumpaskan serangan kerajaan Byzantine yang cuba untuk menakluki Kaherah. Pada tahun 1175 Masihi, Sultan Salahuddin al-Ayyubi telah dilantik menjadi Raja Mesir menggantikan raja terakhir dari dinasti Fatimiyyah yang mangkat ketika itu. Beliau memakai gelaran Sultan al-Malikun Nasir.

Sejak itu, Sultan Salahuddin al-Ayyubi mula merasai bebanan tanggungjawab sebagai seorang pemimpin. Corak hidupnya mula berubah dengan mengetepikan kesenangan hidup serta kemewahan harta. Malah beliau bertambah warak dan menjalani hidup dengan lebih berdisiplin dan sederhana. Beliau yakin bahawa Allah SWT telah mempertanggungjawabkan kepadanya satu tugas yang amat berat.

Beliau yakin bahawa tugas ini tidak mungkin akan terlaksana jika tiada roh jihad dan kesungguhan. Oleh sebab itu beliau telah menumpukan seluruh tenaga dan buah fikirannya dalam menyusun semula kekuatan dengan mencagarkan nyawanya sendiri.

Dalam Perang salib pertama berlaku pada tahun 1099 Masihi (490H) Waktu itu tentera Kristian memakai tanda salib di baju mereka sebagai simbol pemersatuan dan untuk menunjukkan bahawa peperangan yang mereka lakukan adalah suci.

Pada tahun 1187 Masihi (583H) berlaku pula perang Salib kedua, yang dikenali juga sebagai perang Hittin. Peperangan ini dipimpin sendiri oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi sehingga akhirnya membuka jalan mudah untuk menawan kembali Baitul Muqaddis. Pada tahun 1192 Masihi (588H) berlaku perang Salib ketiga hasil daripada dendam dan kekecewaan golongan pembesar-pembesar Kristian. Mereka berusaha merampas semula Baitul Muqaddis daripada tangan orang Islam. Perang Salib ketiga tersebut walaupun menggabungkan seluruh kekuatan dunia Kristian, namun tidak mampu menggoyangkan kekuatan tentera Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Peperangan tersebut berlanjutan selama 5 tahun. Kali ini beliau hanya dibantu oleh beberapa pembesar, saudara mara dan tenteranya demi mempertahankan kehormatan Islam.

Sultan Salahuddin al-Ayyubi merupakan tokoh mujahid yang tidak pernah berputus asa mendidik umat. Menurutnya bahawa perjuangan yang berasaskan kaum atau bangsa, sekali-kali tidak akan membuahkan hasil. Sebaliknya perjuangan yang berpaksikan agama Islam sahajalah yang menjamin kejayaan yang gemilang.

Buktinya, tentera-tentera Islam yang berjuang datang dari pelbagai negara seperti Mesir, Mesopotamia, Syria, Kurds, Turkmans, tanah Arab dan dari berbagai tempat lain dan keturunan. Walaupun mereka berlainan bangsa dan etnik tetapi kekuatan roh jihad telah menyatukan mereka di atas jalan Allah SWT. Perjuangan mereka berhasil membebaskan Palestin.

Menurut penasihat kepada Sultan Salahuddin al-Ayyubi, Bahauddin bin Shaddad, beliau seorang panglima perang yang terkenal dengan keberanian yang luar biasa. Katanya beliau lebih banyak berada di dalam khemah perang daripada duduk di istana bersama isteri dan anak-anaknya. Kesungguhan, semangat dan ketahanan jihadnya, mampu mendorong beliau untuk turun sendiri ke kawasan perkhemahan tentera musuh bersama-sama perisiknya.

Beliau juga seorang yang sangat warak dalam beribadah, sehingga digambarkan seolah-olah seorang abid di waktu malam, dengan zikir dan munajatnya kepada Allah SWT. Siangnya seperti singa yang tangkas berjuang di medan pertempuran. Solat berjemaah dan puasa sunat adalah rutin harian yang tidak pernah ditinggalkan.

Selepas 6 tahun mengecap kejayaan mengembalikan Baitul Muqaddis di takhta keagungan Islam. Pada hari Rabu, awal subuh 27 Safar 589 Hijrah bersamaan 1193 Masihi, Sultan Salahuddin al-Ayyubi pulang ke rahmatullah pada usianya 57 tahun di Damsyik Syria, dalam keadaan penuh zuhud.

Beliau meninggal dunia tanpa meninggalkan sebarang harta untuk diwarisi. Beliau dikatakan hanya memiliki 47 dirham wang perak dan satu dinar wang emas. Urusan penyelenggaraan jenazah ditanggung kosnya oleh keluarganya. Manakala kain kapannya diberikan oleh seorang menterinya

Ahad, 28 Februari 2010

Jihad Yang TIDAK Kami Inginkan


1. Kami tidak menghendaki jihad yang timbul akibat kebosanan, tidak sabar atas kenyataan maka dia mencari kematian untuk beristirahat lari dari kebosanan.

2. Kami tidak menghendaki jihad karena hawa nafsu sesaat supaya dikatakan si fulan telah berjihad di sini dan disini, namun apabila nafsu itu lenyap, selesailah semua amal jihad itu tak bersisa.

3.Kami tidak menghendaki jihad karena ketergesa-gesaan, menuai buah sebelum waktunya matang. Barangsiapa tergesa-gesa dalam suatu amalan sebelum waktunya, diharamkan memperolehnya. Perkara jihad sesuatu yang agung tidak ada yang dapat teguh padanya kecuali seseorang yang sabar menanti.

4. Kami tidak menghendaki jihad karena alasan melarikan diri dari situasi sulit yang sedang dihadadapinya atau lari dari tugas mengemban suatu amanat ummat.

5. Kami tidak menghendaki jihad yang tidak menimbang maslahat dan mafasid (kerusakan), yang tidak menimbang mana prioritas dan mana yang harus diakhirkan. Tidak peduli pada perkara-perkara syari dan pemikiran matang.

6. Kami tidak menghendaki jihad yang pasukannya menuju medan perang sebelum melalui batasan minimum i’dad (persiapan), lalu mudahlah dikalahkan oleh musuh.

7. Kami tidak menghendaki jihad demi kemaslahatan thaghut zalim. Apabila mereka mengizinkan beragkatlah pasukan itu dan jika mereka tak mengijinkan mereka pun mematuhi.

8. Kami tidak menginginkan jihad yang anggotanya terdiri dari para thaghut dan thaghut, maka berloyalitas pada thaghut dan bermusuhan dengan thaghut.

9. Kami tidak menghendaki jihad untuk mejatuhkankan kekuasaan thaghut agar digantikan dengan taghut lain, kekufuran dengan kekufuran bentuk lain, sistem negara yang rusak dengan sistem negara yang rusak lain.

10. Kami tidak menghendaki jihad hanya untuk meraih puncak cita-cita tertinggi mati syahid lalu tidak peduli dengan kelangsungan perjuangan selanjutnya, tidak peduli pada fase-fase pembangunan pondasi dan bangunan Islam serta peraihan tujuan.

11. Kami tidak menghendaki jihad yang buahnya dipetik oleh thaghut zalim, seakan-akan kita dijadikan tameng dan kematian sedang mereka dengan konspirasi yang mereka susun memetik buahnya. Tujuan serta planing mereka tercapai sedang taktik mujahidin hancur lebur.

Syaikh Abu Basheer At-thurthusiy

Rabu, 24 Februari 2010

Hadiah Dari Isteri Seorang Mujahid (Semoga Allah merahmatinya)


Hadiah dari Isteri Seorang Mujahid,
Nasehat Ummu Muhammad, (Samirah Awatiilah) Istri As Syahid (Insya Allah) DR. Abdullah Azzam.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada Rasul yang mulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.

Saudari-saudariku tercinta,

Sesungguhnya, umur itu sangatlah pendek dan kehidupan ini hanyalah hembusan-hembusan nafas yang akan dihitung dan dihisab. Maka, apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berpisahnya orang-orang yang saling berkasih sayang dan saling bersahabat?

Hari berpisahnya kita dari dunia yang fana ini, menuju yaumil hisab –hari perhitungan- dan alam kekal. Hari yang menjadikan harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali bagi mereka yang menghadap Allah dengan qalbun salim (hati yang sehat).

Apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke liang lahat, yang pernah disabdakan Rasulullah SAW pada hari kebumikannya sahabat mulia yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Ra:

“Seandainya ada orang yang selamat dari himpitan kubur, tentulah Sa’ad bin Mu’adz orangnya.” (Shahih Al-Jam’iush-Shagir, hadist no. 5306)

Saya berharap kepada Allah Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang dibenarkan dalam sabda Rasulullah Saw:

“Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Shahih Muslim, hadist no. 1469)

Wahai ukhti mukminah, keshalihanmu terletak pada kebaikan dienmu, benarnya aqidahmu dan baiknya tarbiyah yang engkau berikan kepada anak-anakmu. Mereka adalah amanat di lehermu dan calon pemuda di masa depan, pembela dienul Islam dan sebagai kayu bakar yang akan terus menyala, menjadi api penerang bagi keabadian dakwah ini di masa mendatang.

Wahai saudari-saudari tercinta, wahai cucu-cucu Khansa’,

Wahai saudari-saudari Sumayyah dan Khaulah binti Al-Azur.

Wahai kaum muslimah yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, Muhammad sebagai rasulnya serta Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya,

Wahai kaum muslimah yang menginginkan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” berkibar setinggi-tingginya, dan menginginkan hidup diatas bumi yang penuh keadilan dan ketentraman,

Wahai kaum muslimah yang ingin hidup bahagia lagi mulia dengan meniti jejak Rasul dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidupnya.

Wahai isteri-isteri kaum muslimin di penjuru bumi Timur dan Barat, doronglah suami-suami kalian untuk berjihad fi sabilillaah. Karena sesungguhnya, suami kalian tidak akan menjadi suami yang kalian idam-idamkan, kecuali ketika ia menjadi laki-laki kuat yang memanggul senjata dan membela dien, aqidah, tanah air dan harga diri mereka, serta mampu meneror musuh-musuh mereka dengan mempersembahkan syahid demi syahid.

Kemuliaan, ketinggian dan keluhuran hanya bisa diperoleh dalam naungan pedang di tangan manusia-manusia kuat yang mampu menggentarkan musuh-musuh mereka. Namun, itu semua tidak akan terwujud kecuali jika tiap orang dari kita mau mendorong suami, anak, saudara dan bapaknya ke medan perang, pertempuran dan kancah kemuliaan.

Itu semua juga tidak akan terwujud kecuali dengan kesabaran wanita atas kepergian suaminya, saudara dan bapaknya, serta dengan mengganti peran mereka dalam mengurus diri sendiri, anak-anak dan rumah tangganya untuk menjadi baik.

Para wanita yang berperan di belakang mereka bak batu karang nan kokoh yang menopang dan menjadi tempat mereka bersandar. Menjadi penolong mereka dengan kesabaran dan pengorbanan, di samping menyiapkan segala perlengkapan yang pantas untuk diberikan bagi kaum laki-laki demi terwujudnya cita-cita ini.

Kemudian, jauhilah dunia dan pandanglah ia dengan penuh hina. Jangan pula kalian membebani suami dengan hal-hal yang ia tidak sanggup menghadirkannya. Jadikan dirimu rela dengan yang sedikit dari pemberian Allah yang dimudahkan untuknya.

Janganlah menyibukkan suami dengan tuntutan duniawi untuk kepentingan dirinya, yang seandainya diikuti dan menuruti syahwatnya, niscaya hanya akan membawa dirinya kepada kehancuran. Dia pun akan terus berupaya dan bersungguh-sungguh menghabiskan waktunya, untuk meraup dunia yang tidak akan habis-habisnya, sampai dunia itu melumat habis dirinya.

Wahai kalian ukhti muslimah, kalian wajib senantiasa mendorong suami pergi berjihad dengan segenap kemampuan yang kalian miliki. Janganlah bimbang dengan jalan jihad hanya karena hambatan-hambatan yang ada, sebab umur itu ada di tangan Allah dan sesungguhnya jihad itu tidak akan mengurangi umur dan rezeki mereka sedikitpun. Sebaliknya jika meninggalkan jihad, itu bukan menjadi sebab panjangnya umur dan bertambahnya rezki, itu semua sudah menjadi takdir Allah.

Allah berfirman: “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (Yunus:49)

Wahai ukhti muslimah, bukankah kalian senang jika menjadi mujahidah fie sabilillah? Tentu kalian menjawab “Iya”. Tapi bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud, sedang kalian sendiri tidak mendorong suami untuk berjihad serta tidak ikut menangani tugas-tugasnya dengan kesabaran atas kepergian suami, tidak juga menggantikan peran suami kalian di dalam rumah..?

Apabila Allah menakdirkan suami kalian hidup di bawah naungan jihad, maka kalian akan senantiasa hidup bahagia bersamanya. Apabila Allah menakdirkan mati syahid untuknya, kelak kalian pun akan dikumpulkan bersamanya sebagai seorang syahidah –InsyaAllah- karena orang yang mati syahid itu bisa memberi syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya.

Saudari muslimah, apakah ada martabat lain yang lebih besar daripada ini? Keistimewaan apa lagi yang diinginkan setelah diberikan kepadanya kebahagiaan mendampingi orang yang mati syahid lagi saleh di dalam syurga? Kita memohon kepada Allah, agar Dia mengumpulkan kita semua hidup bersama mereka di tempat yang penuh kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa.

Wahai ukhti fillah, demi Allah akan saya terangkan kepada kalian sebuah hikmah dari pengalaman hidup saya. Yakni, jika kalian bertawakal kepada Allah dalam hidup, niscaya tidak akan ada satu perkara pun yang dapat membahayakan kalian dengan izin Allah. Walau sebesar apapun musibah itu, tentu akan terasa kecil selama itu di jalan Allah. Demi Allah yang tidak ada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya kabar syahid suami dan anak saya, saya hadapi dengan penuh kerelaan di atas qadha’ dan qadar-Nya.

Saya juga merasakan bahwa kebahagiaan telah menyelimuti diri saya, bahkan menenggelamkan saya ke dalamnya. Padahal peristiwa syahidnya mereka telah lama berlalu, tapi saya tetap merasa teguh, ridha dan tenang, itu semua murni pemberian Allah dan takdir-Nya semata.

Perasaan yang muncul ini bukanlah atas kehendak saya tapi itu berupa keteguhan yang semata Allah karuniakan ke dalam diri saya.

Saya yakin betul kalau itulah batas usia mereka dan itulah akhir ajal mereka. Lalu apa gunanya putus asa dan kesedihan? Bukankah rela terhadap qadha’ Allah itu lebih baik dibanding harus berputus asa? Bukankah balasan dari sebuah kesabaran adalah surga yang menanti?

Maka dari itu Ya Allah, janganlah Engkau haramkan atas kami pahala-pahala mereka dan jangan pula Engkau jadikan kami sesat sesudah mereka tiada. Sesungguhnya saya betul-betul bahagia dengan syahidnya mereka, dan rasa bahagia ini lebih besar daripada yang saya rasakan ketika mereka masih hidup bersama kami.

Saya pun memperhatikan dan Allah juga yang lebih mengetahui, sesungguhnya mereka yang sudah syahid meninggalkan kami itu telah mendapatkan keberuntungan dan saya pun demikian ikut mendapatkannya dikarenakan setia bersama mereka. Semoga Allah menjadikan mereka penghuni syurga-Nya yang demikian luas, serta mempertemukan kita dengan mereka kelak di tempat yang sarat kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.

Wahai ukhti muslimah, terakhir saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Allah, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhi orang yang buruk perangainya.

Janganlah hidup bermewah-mewahan karena itu akan mematikan hati kalian, dan hati yang sudah mati tidak akan mampu mendidik dan mengarahkan orang yang hidup.

Wahai ukhti muslimah, sesungguhnya kita ini membutuhkan suri tauladan dari para sahabat Nabi yang perempuan –ridhwaanullaahu ‘alaihinna. Oleh karena itu perhatikanlah sosok Ummu Salamah, Khansa’, Sumayyah dan Khaulah untuk menjadi tauladan bagi kalian. Kemudian amalkanlah agar kalian naik ke jenjang yang tinggi, yang telah didaki oleh saudari-saudari kalian sebelumnya semisal para sahabat Nabi. Semoga Allah memberikan taufik kepada kalian atas amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.

Inilah yang dapat saya tuliskan, dan saya memohon ampunan kepada Allah untuk pribadi saya dan akhwat-akhwat sekalian.

Saudarimu seakidah,
Ummu Muhammad ‘Azzam.

Sumber : Washiyyatus Syaikh Abdullah Azzam,
Surat dari Garis Depan; Suara Hati Tokoh Perlawanan.

Jumaat, 29 Januari 2010

Selintas Fikiran

Beberapa hari kebelakangan ini di rumah ana hangat membahaskan tentang pernikahan, perkahwinan dan segala hal yang berkaitan dan bersangkutan dengannya. Entahlah. dulu hal ini di anggap tabu untuk di bicarakan. namun kini perbicaran mengenai hal "tabu" ini sudah semakin terbuka. Mungkin kerana adik-beradik ku yang sudah semakin dewasa juga kerana di rumahku ada 3 orang yang menanti izin dan "lesen" untuk menikah.

Perbicarannya berlangsung tidak mengira tempat. Kadang di rumah, di kereta, di kedai mamak, dan kadang perbicaran terjadi saat sedang sidai kain atau menyuap roti canai (sampai tersedak dan menghilangkan selera makanlah kadang-kadang tu! :)

Namun apa kaitan nya dengan perbicaraan mengenai pernikahan dengan suntikan maut yang bernama sekuler ini? Haa... janganlah anda merasa ini tiada kaitannya. Saya menulis bukan kerana ingin membela diri (kerana sedang menunggu izin) atau kerana ingin menjatuhkan peribadi orang lain. Namun saya merasa terpanggil untuk menulis mengenai hal ini. Iya, inilah tuntutan sebagai generasi muda yang pro aktif. Di mana-mana buah fikiran orang-orang seperti kami ini di perlukan.

Beberapa hari lalu, sewaktu terjadi perbicaraan panjang dengan keluarga (di selingi gurau senda dan gelak ketawa) saya tidak banyak ikut bersuara. Takut.... kalau suara kita di salah ertikan. Takut dikatakan mencari dukungan. Namun, saya tidak dapat menahan lagi ucapan saya bila mereka membahas tentang harga "hantaran" yang ditetapkan oleh pihak perempuan ke pihak lelaki (ini kisah anak angkat mak saya yang nak kawen).

Al-Kisahnya, sang perempuan tawar menawar mengenai harga hantaran dari 20 ribu ringgit kepada, 15 ribu ringgit dan akhirnya menjadi 13 ribu ringgit. Entah kenapa di situ saya tidak dapat menahan rasa "dongkol" yang menjalar dalam hati saya. Dengan spontan saya berkata perlahan "macam nak tawar harga kambing!" hufffff~

Di sini saya tidak tahu pihak mana yang bersalah dan harus di persalahkan. Apakah sesulit dan sesusah itu seorang anak adam dam hawa ingin menyempurnakan separuh dari agama? Apakah makna menyempurnakan separuh agama itu adalah "melengkapi rumahtangga dengan limpahan harta benda dan kemewahan, kedudukan atau kecantikan?"

---------------------------------------------------------------------

SUNTIKAN GEJALA SO"SIAL"

kita berpindah sedikit dan kembali melihat ke belakang. Masalah gejala sosial yang semakin menjalar dan kini merosak urat saraf anak bangsa kita. Apakah sebabnya dan di manakah puncaya?

Banyak yang mengeluh, anak-anak semakin degil dan susah di luruskan. Anak-anak kini lebih merbahaya dan menakutkan.

Saya tidak mahu membahas tentang 1000 contoh gejala sosial yang ada, namun cukuplah saya mengambil 1 contoh. Pergaulan bebas. Dari manakahkah punca kerosakan ini terjadi dan ke manakah arahnya nanti? Arahnya pasti kepada pemusnahan akhlak dan akidah ummat Islam. Namun dari mana PUNCANYA??!

---------------------------------------------------------------------

LARANGAN ATAU DIDIKAN?

Wahai para pendidik dan bakal pendidik. Sedikit kita merenung. antara dialog di bawah ini, yang manakah menurut anda yang lebih menusuk ke hati dan mudah di terima?

"Jangan kamu kawan dengan si anu si anu...."

"Jangan kamu gatal-gatal nak bercinta dengan anu.... anu..."

"Kamu harus dapat ini, itu, baru boleh ini, itu"

"Tengok si anu, anu, ada ini, itu... Umur 30 kawen..."

ATAU....

"Husna... dalam Islam mengajarkan kita menjaga pergaulan dan batas antara lawan jenis.... dalam al-Quran surah an-Nisa ada membaha tentang pergaulan di antara lawna jenis... Lelaki yang baik berhak mendapat perempuan yang baik...."

"Ali... Jika kamu sudah merasa mampu untuk menikah, maka ayah nasihatkan pernikahan yang baik menuurut Islam itu seperti ini.... dan di antara tanggungjawab dan amanah yang harus kamu jaga itu seperti ini.... Kamu haruslah menjaga hak isteri kamu seperti ini...."

"Amni... Seorang wanita muslimah yang baik itu perlulah menjaga banyak hal didalam kehidupannya.... antaranya...."

Silakan anda memilih dialog2 di atas!

----------------------------------------------------------------------

Di sini saya mencuba untuk mengajak anda semua berfikir. Apakah sebab yang melahirkan Suntikan gejala sekuler ini. Ini pembahasan secara global yang belum saya perincikan.

Tidak dinafikan, zaman milinieum ini telah merubah banyak perkara dalam kehidupan kita. Termasuk dalam kehidupan beragama. Segala sesuatu yang diajarkan oleh syariat telah kita ubahsuai mengikut akal fikiran kita. Kita merasakan ada baiknya hal tersebut dilakukan (menyesuaikan syariat mengikut akal fikiran) namun jangan juga kita lupa, apalah gunanya Rasulullah di utuskan ke muka bumi ini.... Masih ingatkan kita dengan hadis nabi yang berbunyi "Aku diutuskan untuk MENYEMPURNAKAN AKHLAK..."

Kita mendengungkan kepada masyarakat agar menjalani kehidupan yang serba canggih, mengikuti peredaran zaman, tanpa kita sedari bahawa kita telah mengetepikan syariat Allah dan sunnah Rasulullah. Hebat sungguh umat akhir zaman ini! Maka kita tidak usah lagi ki ta bertanya jauh-jauh kepada orang lain, namun kita kaji dan selidiki, apakah kita sudah benar-benar mengamalkan kehidupan yang dicontohi Baginda? Dalam hal muamalah, pendidikan, perniagaan, adab, akhlak, akidah?

Untuk permasalahan yang di bahas di awal tulisan. Memetik kata-kata yang saya tulis di atas;
Apakah sesulit dan sesusah itu seorang anak adam dam hawa ingin menyempurnakan separuh dari agama? Apakah makna menyempurnakan separuh agama itu adalah "melengkapi rumahtangga dengan limpahan harta benda dan kemewahan, kedudukan atau kecantikan?"
Menurut saya, jika benar kita ingin mem"betulkan" zaman yang sudah tidak betul lagi ini, maka solusinya adalah, jangan di halang seorang pemancing yang ingin menantang lautan yang luas, kerana semakin di halang semakin besar keinginan dia untuk terjun kelautan yang ganas. Namun, yang paling baik itu adalah, berikan tunjuk ajar, cara menghadapi lautan yang tak bertepi, jika dia ingin kan seekor ikan, maka berikan dia pancing atau jala, jangan berikan ikan kerana itu akan menghasilkan sikap malas dan lemah. Berikan tektik dan teknik untuk menghadapu lautan. Ingat, larangan atau kata jangan akan membuatkannya semakin "degil" dan berkemungkinan besar menggunakan tektik yang salah untuk mendapatkan ikan. Jangan sampai sang pemancing menggunakan "tuba" atau "bom Ikan". Didik sang pemancing untuk sabar dan isitiqomah...

~Debu Di Kaki Musafir~

Ahad, 24 Januari 2010

Harap dan Insaf


Jauh berjalan dan banyak juga pengharapan. Begitulah manusia. Tidak lepas dari rasa harap kepada Allah s.w.t.

Semalam saya mendengarkan sebuah kisah di mana seorang gadis menagis terisak-isak sehingga menggigil badannya. Dia menangis sewaktu sujud di malam hari.

Dia Muslimah, menutup aurat dan taat. Namun dia tetap manusia biasa yang tidak lepas dari dosa. ia, dia seorang manusia.

munajatnya sangat menyentuh hati...

"ya Allah...
Engkau Tuhanku dan aku HambaMu...
Engkau telah melihat betapa aku berusaha untuk menjauhkan diri bermaksiat kepadamu
menjaga pandangan dan kemaluanku
menjaga mulutku, tanganku dan kakiku
namun aku tidak lebih dari hambaMu yang sering LUPA!

ya Allah...
telah menggungung maksiat yang aku lakukan padaMu
dengan sifat Ghofur Mu maka ampunilah aku ya Allah...

Kau berikanlah aku petunjuk
kau berikanlah aku jalan
untuk meredam rasa gelisah dan resah di hati ini

aku hambaMu yang tiada daya
aku telah berusaha
kini kepadaMu lah aku menyerahkan seluruh taqdirku..."

Di akhir sujud sang gadis dia menitiskan air mata. Sedih, Pilu... itu yang aku rasakan apabila mengetahui kisah gadis tersebut. Betapa dia telah berusaha namun dia masih saja bermaksiat. Wajarlah kerana dia seorang hamba. Hamba kepada Tuhan alam semesta.

Walaupun maksiat yang dia lakukan bukanlah sebesar dosa mensyirikkan Allah, berzina atau membunuh. Namun kerana rasa takutnya kepada dosa yang dilakukan maka dia memohon keampunan kepada Allah swt atas dosa-dosa yang dia lakukan. Bagaimana dengan kita? tidak kah kita merasa setiap dosa yang kita lakukan merupakan titik hitam penghalang untuk kita menggapai redha Allah dan syurgaNya?

~Debu Di Kaki Musafir~

Jumaat, 22 Januari 2010

Bukan Hari Ini


Hari ini bukan hari kita...
hari ini bukan waktu kita...
hari ini bukan jam kita...
untuk menggapai bahagia itu...

namun aku yakin dengan janjiNya...
kita telah memilih jalan ini
dan kita akan istiqomah dengannya

aku akan mendukungmu
dimanapun kau berada
selagi kalamullah petunjukmu
dan Sunnah Rasulullah sebagai peganganmu

Hari ini bukan hari kita
hari ini bukan milik kita
kita hanya mampu merencana
dan Allah jualah yang menentukan takdirNya...

jangan ada lagi air mata yang menitits kerana kegagalan itu
kerana kita akan meraih kemenangan baru

yakinlah
ini hanya secebis ujian bagi mengguatkan izzah dan iffah kita
kita bukan siapa2 di sisiNya
tapi kita mencari celah
untuk terlihat ada di hadapaNya

jangan tangisi hari ini
jangan kesali takdir yang terjadi
jangan menyalahkan Dia
kerana kita hambaNya
hamba yang tiada daya

teruslah melangkah
aku ada
dan kau pun bersedia
di hadapan kita ada duri
di hadapan kita ada ranjau
di hadapan kita ada tembok
untuk kita hancurkan satu persatu
menjadi aspal
menuju kepada cita-cita
meraih cinta dan Cinta

jangan bersedih...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer