Blog Archive

Memaparkan catatan dengan label Her Story. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Her Story. Papar semua catatan

Ahad, 3 Julai 2011

Academicians Banyak Main ^_^

Meja Sang Crafter
Alhamdulillah, now home sweet home. Cuti Seminggu. Di rumah banyak kelebihan yang tiada di asrama (kolej) jadi saya sangat bersyukur momen-momen saat berada di rumah ini. 

Baru beberapa menit tadi sebelum saya menulis entry ini, saya berborak panjang lebar dengan kakak tercinta. Sambil mata melilau tengok keadaan bilik kami yang comel, tiba-tiba tercetus dari mulut saya "kalau inah tengok-tengok lah, tatak ne bakal menjadi crafter *orang bergiat dalam kraf* dan inah akan akan jadi academicians..." Hehehe~ abaikan jika kami sangat percaya diri di sini. 

"That's why tatak nak awak habiskan belajar.... bla bla bla..." *saje saya tak nak sambung apa yang dia cakap. hehe. 

Kenapa saya boleh tersebut pasal crafter dan academicians ya? 
Meja Sang Academicians

Sebabnya saat saya melihat kearah meja kami, saya melihat gambaran diri kami. Ya, apa yang ada di atas meja anda itulah anda... 

Saya berharap, ya saya berharap... dengan izinNya, saya akan menjadi seorang academicians dalam bidang yang telah saya ceburi kini. Saya ingin berusaha keras, itu azam dan tekad saya. Meskipun jalan masih panjang, mungkin sahara perjuangan akan semakin sulit, ada ribut atau taufan yang datang, saya akan pastikan saya akan tetap tabah. 

Saya tahu orang-orang disekeliling saya pasti akan mendoakan saya. Doa kalian akan menguatkan jalan yang saya tempuh. Kita akan sama-sama berganding bahu mengembalikan kegemilangan Islam. Mengembalikan hak kita yang telah diambil secara paksa. Insha Allah! ^_^ Semoga kita bertemu di garis depan perjuangan. 


Maas Salamah!

Jumaat, 27 Mei 2011

Susahnya Memberi Semangat



JIKA DITANYA , INILAH JAWABNYA…*


Jika ditanya
Apakah yang lebih indah dari segunung emas dan sejuta permata?
Apakah yang lebih indah dari beribu mutiara di lautan?
Dan harta serta wang yang melimpah ruah?
Jawabnya
Keindahan itu terletak pada keimanan
dan ketakwaan kepada Tuhan.

Jika ditanya
Apakah akan rugi jika hidup dengan agama?
Tanpa merasa nikmatnya dunia?
Jawabnya
Kenikmatan itu tergantikan dengan reda-Nya.

Jika ditanya
Apakah nikmatnya menyusahkan diri?
Mencari selautan ilmu?
Berjuang demi agama?
Jawabnya
Kerana inilah perjuangan sebenar
Yang menuntut aku mengorbankan segalanya…
Kerana aku tahu indahnya kenikmatan di syurga
Dari kenikmatan di dunia.

Aku mahu menjadi bintang yang cemerlang
Hingga sinarnya menembusi langit dunia
Hingga izzah Islam akan kembali bersinar
Seperti zaman Rasul dan sahabatnya.

Walau aku bukanlah Sayidatina Aisyah yang cerdas dan pintar
Bukan juga Sumayyah yang berjiwa perkasa
Bukan juga Sayidatina Khadijah yang mulia
Bukan Khaulah dengan kuda dan pedangnya
Tetapi…
Aku hanyalah wanita akhir zaman
Yang mempunyai cita-cita
Di sebalik cintaku pada-Nya.


-Syaheedah el-Quds
10 April 2009

___________________________________

*Puisi ini telah dimuatkan dalam buku penulis yang berjudul Nik Nur Madihah, Permata Generasi Rabbani.

___________________________________________________________

Terima kasih sahabat. Kau sentiasa ada 1001 cara untuk kembali membakar semangatku untuk berjuang. Impian kita melihat Islam kembali bersinar dari barat hingga ke ufuk Timur. Jika aku lengah dan lupa, ingatkan aku. Jika aku jatuh, hulurkan tanganmu. Iringin aku dengan doamu yang kau panjatkan di 1/3 malammu.

Khamis, 17 Februari 2011

Ujian Itu Mendewasakan


Alhamdulillah ala kulli hal. Hampir sebulan saya tidak meninggalkan jejak musafir di sini. Sebulan, walaupun masanya pendek tapi hayatnya panjang dan selama sebulan tidak meninggalkan jejak di sini saya kembali menerima ujian-ujian yang tak kalah hebatnya dari ujian-ujian yang lalu.

Sahabat-sahabat saya sibuk bergelumang dengan paper exam 2 minggu lamanya. Tapi saya? sibuk mengeluarkan keringat dan air mata. Untuk apa? biar Allah saja yang tahu. :) Saya menulis seperti ini bukan untuk kelihatan sebagai seorang gadis manja yang tidak tetap pendirian dan hanya pandai mengeluarkan kata-kata tanpa tindakan. Saya menulis seperti ini kerana saya seorang manusia yang juga lemah serba serbi. Tapi berusaha untuk bangkit melawan arus. Saya teruja dengan sebuah kata-kata yang saya dapat dari sebuah filem

"Saya mesti tetap berdiri saat berdiri pada ketika itu sangat sulit!"

Sekali ini saya cuba memetik ayat dari filem bukan kerana saya bosan dengan al Quran dan Hadis, sungguh! bukan sama sekali. Tetapi saya cuba mengambil manfaat dari kisah, walaupun ia hanya rekaan.

Saya bahkan sering sekali mengutup kata-kata orang di sekitar saya sehingga sahabat-sahabat serumah pasti tahu kalau saya suka berkata dengan "Mak saya kata.... abuya saya kata.... ulama itu berkata...." Ia seperti menjadi trademark. :) Alhamdulillah, setiap perkataan yang bermanfaat saya cuba serap dengan baik kemudian mengamalkannya.

Berbalik kepada persoalan ujian. Jika namanya ujian tak ada yang mudah. Tapi disebalik perkara yang tidak mudah itulah kita diberi ganjaran oleh Allah SWT.

Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)

Subhanallah, apalagi yang kita mahukan selain dari kebaikan dari Allah SWT dan dihapus segala dosa?

Sahabat, sungguh ujian demi ujian yang dialami makin mendewasakan kita. Bukankah dengan ujian kita makin kenal dengan kehidupan dan dengan ujian juga kita tahu cara menyelesaikan masalah. Semakin meningkat usia maka ujian yang akan dialami juga berbeza. Jadi kita mesti bersiap sedia. :)

Yakinlah sahabat, ujian itu akan mendewasakan kita. Semakin banyak kita diuji akan semakin dewasalah kita.

Selasa, 19 Oktober 2010

Si Bungsu Belajar Masak

(si bungsu sedang training di handle oleh paman)

Besok insha Allah ana akan kembali ke kolej tercinta untuk menyelesaikan perjuangan yang belum selesai di sana. Lelah juga bercuti selama 1 bulan setengah. Ada aktiviti-aktiviti yang direncanakan berjalan dengan baik dan ada juga yang tergendala *menunggu waktu yang tepat dan sesuai*.

Si Bungsu baru saja habis PMR *Peperiksaan Menengah Rendah*. Sekarang dia sibuk belajar masak. hehehe~ Gurunya ramai, antaranya saya, paman dan umi. Semangat dia nak belajar masak sama macam semangat nak jawab exam. *cewahhhhh* heeee..

Saya doakan supaya si Bungsu *adik tercayang* berjaya dalam kem masak-masak sepanjang cuti sekolah ne ya...

Selasa, 28 September 2010

Fokus :)


Alhamdulillah... dah submit kerja "rutin" tadi. Sejak balik ke Malaysia, saya belajar untuk buat kerja multifungsi. Buat banyak kerja dalam 1 masa. Hasilnya?? sedikit demi sedikit berhasil. :) Tapi perlukan daya fokus yang tinggi... Kalau tak? semua kerja tak jadi.

Sekarang kena belajar fokus untuk setiap pekerjaan yang dilakukan. Fokus target dan fokus pencapaian... semuanya dengan izin Allah SWT.

Alhamdulillah, pencapaian dalam bidang "surirumahtangga" semakin membaik. hehehe... Insha Allah akan dikekalkan untuk kebahagian seisi keluarga. :D

Dalam bidang pelajaran sedang berusaha keras. Kena upgrade hari2... terutama ilmu yang masuk. Insha Allah. sedang berusaha mengkhatamkan beberapa buah buku. :D

dalam bidang kerjaya, juga sedang berusaha untuk meraih peningkatan. :) Kalau ada nasihat dan masukan sila-sila bagi tau... jangan segan-segan.


Rabu, 26 Mei 2010

Behind The Niqab


I am a woman like any another,
Young and full of desires,
With the urge to live life to its fullest,
I want to be as free as a bird,
Who wishes to fly high in skies,
Swim like that jovial dolphin,
Prancing with the roaring waves,
And discover the colours of life,

I am a woman of few words and glances,
But many endless desires
You think I am imprisoned in black,
You think I cry with inferiority complexes,
But your so wrong O’ wayfarer,

Behind the niQab,
Is a woman who hopes to conquer this world,
With the power of her pen,
Although people ridicule her talent,
she holds firm faith in being patient,
The way she uses the pen,
That sharp sword of words awakening your rooh.

So don’t under estimate this black cloak,
It is far powerful than you can ever imagine.
There have been tales of my disgrace,
by those who failed to realise its value,

I have heard the wise Bulbul,
Singing songs of joy and hope,
She’s praising the niQab and its tales.
Several tears reside behind this veil,
yet a ray of light exists,

One day you will see me fly in the skies,
And the black ink of the pen flowing like that of my niQab
writing in the skies, bold words of wisdom,
till then I am patient and praying everyday…

Behind the niQab,

is a story of a woman,

living behind the veil and writing it…

Selasa, 25 Mei 2010

Allah Know The Best


Ku Minta Setangkai Bunga Segar,
Dia Beri Ku Kaktus Berduri.

Ku Minta Rama-Rama,
Dia Beri Ku Ulat Bulu.

Ku Sedih,
Ku Kecewa.

Kemudian,
Kaktus Itu Berbunga,
Indah Sekali!.

Ulat Itu Pun,
Menjadi Rama-Rama Yang Cantik,
Dan Ceria!.

Itulah Aturan Tuhan,
Indah Pada Masanya!.

Allah Tidak Memberi Apa Yang Kita Harapkan,
Tapi Dia Beri Apa Yang Kita Perlukan.

Kadang Kita Sedih,Kecewa,Terluka,
Tapi Jauh Atas Segalanya Dia Telah Mengatur Yang Terbaik Dalam Kehidupan Kita.

Sabar, Syukur Dan Redha.

Put Trust In Allah , He Know Best! ^_~

I am a Muslim Woman


I am a Muslim woman
Feel free to ask me why
When I walk
I walk with dignity

When I speak
I do not lie
I am a Muslim woman
Not all of me you'll see

But what you should appreciate
Is that the choice I make is free
I'm not plagued with depression
I'm neither cheated nor abused

I don't envy other women
And I'm certainly not confused
Note, I speak perfect English
Et un petit peu de Francais aussie

I'm majoring in Linguistics
So you need not speak slowly
I run my own small business
Every cent I earn is mine

I drive my Chevy to school & work
And no, that's not a crime!
You often stare as I walk by
You don't understand my veil

But peace and power I have found
As I am equal to any male!

I am a Muslim woman
So please don't pity me
For God has guided me to truth

And now I'm finally free!

source: facebook/light of islam

Isnin, 12 April 2010

Doa Buat Kedua Orang Tuaku...


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..


Sumber : Islam Digest

Selasa, 30 Mac 2010

Mengapa WANITA sangat Istimewa...

Mama dan Papa sedang menonton TV, seraya mama berkata. "..i letih la..dah lewat ni, i nak tido lah...."

Mama pun pegi dapur nak tutup tingkap dapur, nanti masuk pulak lipas... leceh pulak nanti..dah tu, ade pulak rice cooker dalam sink.. rendam lepas makan tadi..basuh jap... susun pinggan kat rak, lap dapur..terpercik kena sambal masa masak tadi... check air panas dalam flusk..takut habis pulak nanti malam anak nak susu... memang dah kering pun flusk ni, jerang la air... sementara tunggu air masak, nampak pulak bekas gula dah kosong... salin la gula... check bubur untuk anak nak hantar ke taska esok.. nasib baik ade lagi... ishh, ni lauk bila ni? semalam... dah beku dah... basuh la kejap... pegi yard, masukkan baju kotor dalam mesin basuh.... penat dah ni, besok je la basuh... sidai kaian lap je lah... 'tik', bunyi air dah masak... salin air dalam flusk... ok settle...

Baru teringat tak solat lagi... on da way nak g bilik, papa tgk tv lagi... nampak pulak beg anak untuk hantar ke taska... check... baju 2 pasang, towel... towel kecik utk selsema... calamine lotion untuk sapu ruam... pampers 4 keping... alamak! telupa pulak masukkan botol... basuh botol jap... ok settle...

Ternampak pulak beg g keje... emm, besok nak pakai beg polo coklat lah, asik2 pakai beg hitam ni je... salin jap barang2 g beg coklat... cek sume 6 poket beg, takut la tetinggal apa2... leceh pulak..selalunya barang yang tertinggal tu la yang nak pakai nanti... hishhh, sempit la beg ni... hangin je... nak kena beli ni beg baru... rasenya 25 hb ni Sogo sale... mana flyers tadi ek... ha ni die..ok, catit jap kat yellow sticker, nanti lupa.. ok settle...

Tetiba dengar suara papa...
"u buat apa lagi tu? tadi kata nak tido.." "yelah nak tido la ni..nak smayang jap..."

Masuk toilet... buat apa2 yang patut... cuci muka dulu... 2 jenis lak tu... adoi, gosok gigi, pakai toner, pakai treatment cream... nak lawa and maintain punya pasal lah ni.. nanti orang kata baru anak satu dah macam anak 4 pulak... huhuhuhu...

Bukak almari... emmm, pakai baju hijau ni lah besok... gosok kejap, check baju papa, baju papa pun kena gosok jugak ni...kat bilik belakang... la, napa komputer ni tak tutup? gelas kopi pun ade lagi, dah bersemut dah.. ishhh,

gi dapur, basuh, sambung gosok baju, gantung elok2, kemaskan baju... masukkan seluar papa yang dah kotor dalam tempat kotor... ok settle.. dgr suara papa lagi...
"i dah ngantuk ni"

dalam pada nak masuk ke bilik... owh! pokok aku dah nak mati ni ha... lupa dah 3 hari tak siram... ok, siram jap... check jap pintu, sah tak kunci lagi, grill pun tak tutup, ni kalau tak check, senang2 je mat indon masuk rompak umah aku... bukak lampu luar...

Ni mainan sepah2... masukkan la dalam bakul mainan budak ni... banyak nya... sampai bawah meja makan pun ade... adoi! ok dah...

Ok dah boleh baring... adoi sakitnya pinggang... cium si comel ni kejap... selimutkan die... napa basah ni? emm, tukar la pempers ni... tak bagus la brand ni, nanti nak tukar lain la... nanti g Sogo 25 hb ni beli la skali... ok sayang tido k... kalau boleh jangan la bangun tgh malam ni eh.. tido sampai pagi k... gud nite, sweet dreams...

Aaahh... sedapnya dapat baring... mana pulak lotion sapu kurus aku nih... ha, ni dia... sambil sapu lotion kurus... setkan alarm... setkan program kerja besok... pg kul 9.30 ade meeting... ahh...boring... panas pulak lotion nih...

dah la... emm... sedapnya lelapkan mata... Ya Allah... terima kasih untuk rezekiMU hari ini... mohon keberkatan dari mu tuhan...papa pun bangun tutup tv... "i dah ngantuk sangat nak tido lah... citer tak best malam ni, bola pun takde." selang seminit... dengar suara papa berkeruh... dah agak dah...

So?....apa yang peliknya..??

****

Hebatkan insan yang bernama wanita, ibu, mama, umi dan emak? Posting kali ini ana copy dari email kiriman seorang teman. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ahad, 14 Mac 2010

Buat Hati Yang Gundah, Tersenyumlah


Tersenyumlah, Hati yang Remuk..
Teruntuk insan yang hatinya sedang diremukkan
Sapu air matamu yang mengalir deras
Redam bara emosi yang bergejolak memanas
Engkau tercipta bukan untuk menangisi zaman.

Ataupun menyesali duka lara
Usah tenggelam dalam kubangan nestapa
Jika cintamu mengalami kegagalan
Jika ta’arufmu kandas di jalan.

Tersenyumlah...
Awan hitam selalu menyimpan pelangi
Begitupun Sang Penggenggam nyawa
Dia selalu punya rahasia dan bijaksana
untuk membuat dewasa makhluk-Nya.

Cinta suci sedang menunggumu
Tetapi engkau harus sabar menantikan
Cinta itu akan menjemputmu
Di masa yang telah Dia rencanakan.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan
Jangan berikan celah pada syaitan
yang membuat semangatmu terlemahkan
Perihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langit
Ataupun robeknya kulit bumi.

Allah menempa pribadi tangguhmu
Dalam butiran air matamu
Dalam jeritan derita batinmu
Dalam rintihan sesaknya nafasmu.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan
Pasang surut laut adalah kepastian
Tawa dan tangis adalah kewajaran
Takdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.

Sebuah ketetapan Sang Penguasa
Jika engkau tak dapatkan pasangan di dunia
Bukan berarti Allah memberimu petaka
Tapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindah
Yang menantimu di Jannah
Yang kan menemani jiwamu yang resah

Tersenyumlah...
Dalam kesabaran munajad panjangmu
Meski tajamnya duri mencabik-cabik lukamu
Meski remuk redam menyerang hatimu.

Rabu, 24 Februari 2010

Hadiah Dari Isteri Seorang Mujahid (Semoga Allah merahmatinya)


Hadiah dari Isteri Seorang Mujahid,
Nasehat Ummu Muhammad, (Samirah Awatiilah) Istri As Syahid (Insya Allah) DR. Abdullah Azzam.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada Rasul yang mulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.

Saudari-saudariku tercinta,

Sesungguhnya, umur itu sangatlah pendek dan kehidupan ini hanyalah hembusan-hembusan nafas yang akan dihitung dan dihisab. Maka, apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berpisahnya orang-orang yang saling berkasih sayang dan saling bersahabat?

Hari berpisahnya kita dari dunia yang fana ini, menuju yaumil hisab –hari perhitungan- dan alam kekal. Hari yang menjadikan harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali bagi mereka yang menghadap Allah dengan qalbun salim (hati yang sehat).

Apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke liang lahat, yang pernah disabdakan Rasulullah SAW pada hari kebumikannya sahabat mulia yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Ra:

“Seandainya ada orang yang selamat dari himpitan kubur, tentulah Sa’ad bin Mu’adz orangnya.” (Shahih Al-Jam’iush-Shagir, hadist no. 5306)

Saya berharap kepada Allah Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang dibenarkan dalam sabda Rasulullah Saw:

“Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Shahih Muslim, hadist no. 1469)

Wahai ukhti mukminah, keshalihanmu terletak pada kebaikan dienmu, benarnya aqidahmu dan baiknya tarbiyah yang engkau berikan kepada anak-anakmu. Mereka adalah amanat di lehermu dan calon pemuda di masa depan, pembela dienul Islam dan sebagai kayu bakar yang akan terus menyala, menjadi api penerang bagi keabadian dakwah ini di masa mendatang.

Wahai saudari-saudari tercinta, wahai cucu-cucu Khansa’,

Wahai saudari-saudari Sumayyah dan Khaulah binti Al-Azur.

Wahai kaum muslimah yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, Muhammad sebagai rasulnya serta Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya,

Wahai kaum muslimah yang menginginkan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” berkibar setinggi-tingginya, dan menginginkan hidup diatas bumi yang penuh keadilan dan ketentraman,

Wahai kaum muslimah yang ingin hidup bahagia lagi mulia dengan meniti jejak Rasul dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidupnya.

Wahai isteri-isteri kaum muslimin di penjuru bumi Timur dan Barat, doronglah suami-suami kalian untuk berjihad fi sabilillaah. Karena sesungguhnya, suami kalian tidak akan menjadi suami yang kalian idam-idamkan, kecuali ketika ia menjadi laki-laki kuat yang memanggul senjata dan membela dien, aqidah, tanah air dan harga diri mereka, serta mampu meneror musuh-musuh mereka dengan mempersembahkan syahid demi syahid.

Kemuliaan, ketinggian dan keluhuran hanya bisa diperoleh dalam naungan pedang di tangan manusia-manusia kuat yang mampu menggentarkan musuh-musuh mereka. Namun, itu semua tidak akan terwujud kecuali jika tiap orang dari kita mau mendorong suami, anak, saudara dan bapaknya ke medan perang, pertempuran dan kancah kemuliaan.

Itu semua juga tidak akan terwujud kecuali dengan kesabaran wanita atas kepergian suaminya, saudara dan bapaknya, serta dengan mengganti peran mereka dalam mengurus diri sendiri, anak-anak dan rumah tangganya untuk menjadi baik.

Para wanita yang berperan di belakang mereka bak batu karang nan kokoh yang menopang dan menjadi tempat mereka bersandar. Menjadi penolong mereka dengan kesabaran dan pengorbanan, di samping menyiapkan segala perlengkapan yang pantas untuk diberikan bagi kaum laki-laki demi terwujudnya cita-cita ini.

Kemudian, jauhilah dunia dan pandanglah ia dengan penuh hina. Jangan pula kalian membebani suami dengan hal-hal yang ia tidak sanggup menghadirkannya. Jadikan dirimu rela dengan yang sedikit dari pemberian Allah yang dimudahkan untuknya.

Janganlah menyibukkan suami dengan tuntutan duniawi untuk kepentingan dirinya, yang seandainya diikuti dan menuruti syahwatnya, niscaya hanya akan membawa dirinya kepada kehancuran. Dia pun akan terus berupaya dan bersungguh-sungguh menghabiskan waktunya, untuk meraup dunia yang tidak akan habis-habisnya, sampai dunia itu melumat habis dirinya.

Wahai kalian ukhti muslimah, kalian wajib senantiasa mendorong suami pergi berjihad dengan segenap kemampuan yang kalian miliki. Janganlah bimbang dengan jalan jihad hanya karena hambatan-hambatan yang ada, sebab umur itu ada di tangan Allah dan sesungguhnya jihad itu tidak akan mengurangi umur dan rezeki mereka sedikitpun. Sebaliknya jika meninggalkan jihad, itu bukan menjadi sebab panjangnya umur dan bertambahnya rezki, itu semua sudah menjadi takdir Allah.

Allah berfirman: “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (Yunus:49)

Wahai ukhti muslimah, bukankah kalian senang jika menjadi mujahidah fie sabilillah? Tentu kalian menjawab “Iya”. Tapi bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud, sedang kalian sendiri tidak mendorong suami untuk berjihad serta tidak ikut menangani tugas-tugasnya dengan kesabaran atas kepergian suami, tidak juga menggantikan peran suami kalian di dalam rumah..?

Apabila Allah menakdirkan suami kalian hidup di bawah naungan jihad, maka kalian akan senantiasa hidup bahagia bersamanya. Apabila Allah menakdirkan mati syahid untuknya, kelak kalian pun akan dikumpulkan bersamanya sebagai seorang syahidah –InsyaAllah- karena orang yang mati syahid itu bisa memberi syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya.

Saudari muslimah, apakah ada martabat lain yang lebih besar daripada ini? Keistimewaan apa lagi yang diinginkan setelah diberikan kepadanya kebahagiaan mendampingi orang yang mati syahid lagi saleh di dalam syurga? Kita memohon kepada Allah, agar Dia mengumpulkan kita semua hidup bersama mereka di tempat yang penuh kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa.

Wahai ukhti fillah, demi Allah akan saya terangkan kepada kalian sebuah hikmah dari pengalaman hidup saya. Yakni, jika kalian bertawakal kepada Allah dalam hidup, niscaya tidak akan ada satu perkara pun yang dapat membahayakan kalian dengan izin Allah. Walau sebesar apapun musibah itu, tentu akan terasa kecil selama itu di jalan Allah. Demi Allah yang tidak ada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya kabar syahid suami dan anak saya, saya hadapi dengan penuh kerelaan di atas qadha’ dan qadar-Nya.

Saya juga merasakan bahwa kebahagiaan telah menyelimuti diri saya, bahkan menenggelamkan saya ke dalamnya. Padahal peristiwa syahidnya mereka telah lama berlalu, tapi saya tetap merasa teguh, ridha dan tenang, itu semua murni pemberian Allah dan takdir-Nya semata.

Perasaan yang muncul ini bukanlah atas kehendak saya tapi itu berupa keteguhan yang semata Allah karuniakan ke dalam diri saya.

Saya yakin betul kalau itulah batas usia mereka dan itulah akhir ajal mereka. Lalu apa gunanya putus asa dan kesedihan? Bukankah rela terhadap qadha’ Allah itu lebih baik dibanding harus berputus asa? Bukankah balasan dari sebuah kesabaran adalah surga yang menanti?

Maka dari itu Ya Allah, janganlah Engkau haramkan atas kami pahala-pahala mereka dan jangan pula Engkau jadikan kami sesat sesudah mereka tiada. Sesungguhnya saya betul-betul bahagia dengan syahidnya mereka, dan rasa bahagia ini lebih besar daripada yang saya rasakan ketika mereka masih hidup bersama kami.

Saya pun memperhatikan dan Allah juga yang lebih mengetahui, sesungguhnya mereka yang sudah syahid meninggalkan kami itu telah mendapatkan keberuntungan dan saya pun demikian ikut mendapatkannya dikarenakan setia bersama mereka. Semoga Allah menjadikan mereka penghuni syurga-Nya yang demikian luas, serta mempertemukan kita dengan mereka kelak di tempat yang sarat kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.

Wahai ukhti muslimah, terakhir saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Allah, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhi orang yang buruk perangainya.

Janganlah hidup bermewah-mewahan karena itu akan mematikan hati kalian, dan hati yang sudah mati tidak akan mampu mendidik dan mengarahkan orang yang hidup.

Wahai ukhti muslimah, sesungguhnya kita ini membutuhkan suri tauladan dari para sahabat Nabi yang perempuan –ridhwaanullaahu ‘alaihinna. Oleh karena itu perhatikanlah sosok Ummu Salamah, Khansa’, Sumayyah dan Khaulah untuk menjadi tauladan bagi kalian. Kemudian amalkanlah agar kalian naik ke jenjang yang tinggi, yang telah didaki oleh saudari-saudari kalian sebelumnya semisal para sahabat Nabi. Semoga Allah memberikan taufik kepada kalian atas amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.

Inilah yang dapat saya tuliskan, dan saya memohon ampunan kepada Allah untuk pribadi saya dan akhwat-akhwat sekalian.

Saudarimu seakidah,
Ummu Muhammad ‘Azzam.

Sumber : Washiyyatus Syaikh Abdullah Azzam,
Surat dari Garis Depan; Suara Hati Tokoh Perlawanan.

Rabu, 10 Februari 2010

Seorang Ibu Itu...


Dia seorang ibu
berjalan melewati masa lalunya
melepasi masa getirnya
dan berhadapan dengan masa depan nya

dia mencuba
memberikan yang terindah
bagi anak-anaknya
mencuba
memberi yang terbaik
bagi anak-anaknya

Dia berlari
menggapai dua redha yang dia impikan
redha Robb-nya
redha suami-nya
selepas redha kedua orang tuanya

dia meraba
dalam gelita
mencari celah
cahaya cinta yang tinggi

dia berharap akhirat
meskipun di sisinya bergelimpangan mayat-mayat dunia

dia meredah gelapnya rimba derita
berhadapan dengan binatang buas yang bernama nafsu
demi mencari permata hidayah dan taubat

Dia bukan seorang bidadari kayangan
dia dilahirkan dengan darah dan keringat
juga melahirkan dengan darah dan keringat
dia bidadari syurga
menyembangkan sayapnya
menaungi aku, kau. kita semua bahkan mereka!

dialah bidadari syurga yang bisa marah
dialah bidadari syurga yang bisa terluka
dialah bidadari syurga yang bisa tua
dialah bidadari syurga yang akan pergi saat di panggil Rabb-nya
oh dia.... bidadari syurga

aku merenung ke dalam matanya
dia ibu yang solehah
kerana matanya hanya mengharap cinta dan Cinta
dia ibu yang solehah
kerana matanya hanya mengharap redho Rabb-nya
dia ibu yang solehah
kerana ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya

Seoang ibu itu
hanya berjuang mempertahankan "amanah" dari Robb-nya

Seorang ibu itu
hanya ada cinta di hatinya

seorang ibu itu
aku mencintai dia
dan aku berharap engkau juga....

Ahad, 24 Januari 2010

Harap dan Insaf


Jauh berjalan dan banyak juga pengharapan. Begitulah manusia. Tidak lepas dari rasa harap kepada Allah s.w.t.

Semalam saya mendengarkan sebuah kisah di mana seorang gadis menagis terisak-isak sehingga menggigil badannya. Dia menangis sewaktu sujud di malam hari.

Dia Muslimah, menutup aurat dan taat. Namun dia tetap manusia biasa yang tidak lepas dari dosa. ia, dia seorang manusia.

munajatnya sangat menyentuh hati...

"ya Allah...
Engkau Tuhanku dan aku HambaMu...
Engkau telah melihat betapa aku berusaha untuk menjauhkan diri bermaksiat kepadamu
menjaga pandangan dan kemaluanku
menjaga mulutku, tanganku dan kakiku
namun aku tidak lebih dari hambaMu yang sering LUPA!

ya Allah...
telah menggungung maksiat yang aku lakukan padaMu
dengan sifat Ghofur Mu maka ampunilah aku ya Allah...

Kau berikanlah aku petunjuk
kau berikanlah aku jalan
untuk meredam rasa gelisah dan resah di hati ini

aku hambaMu yang tiada daya
aku telah berusaha
kini kepadaMu lah aku menyerahkan seluruh taqdirku..."

Di akhir sujud sang gadis dia menitiskan air mata. Sedih, Pilu... itu yang aku rasakan apabila mengetahui kisah gadis tersebut. Betapa dia telah berusaha namun dia masih saja bermaksiat. Wajarlah kerana dia seorang hamba. Hamba kepada Tuhan alam semesta.

Walaupun maksiat yang dia lakukan bukanlah sebesar dosa mensyirikkan Allah, berzina atau membunuh. Namun kerana rasa takutnya kepada dosa yang dilakukan maka dia memohon keampunan kepada Allah swt atas dosa-dosa yang dia lakukan. Bagaimana dengan kita? tidak kah kita merasa setiap dosa yang kita lakukan merupakan titik hitam penghalang untuk kita menggapai redha Allah dan syurgaNya?

~Debu Di Kaki Musafir~

Rabu, 11 November 2009

Puisi Buat Yang Melahirkanku [Semoga Allah Merahmatimu]


Memang tak terasa waktu yang berjalan

Memang tak terhitung keringat yang menitis

Memang tak terkata nasihat yang di beri

Memang tak terucap gelisah yang di rasa

Memang tak terasa kasih yang di beri

Memang tak terbuat semua yang di minta

Memang tak terlupa salah yang dibuat

Namun,

Aku anak,

Kau ibu,

Tetap ibu yang akan terus tabah

Tetap ibu yang terus gagah

Mendidik anak untuk menjadi manusia terdidik

"Kerana di tanganmu
Letaknya kasih sayang

Letaknya cinta
yang dapat merubah dunia
Yang rosak binasa

Menjadi taman syurga"


~Debu Di Kaki Musafir~
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer